Wednesday , November 21 2018
Home / Berita / BKPM: Potensi Digital Ekonomi Sektor Peternakan Masih Lebar

BKPM: Potensi Digital Ekonomi Sektor Peternakan Masih Lebar

Suaracargo.com, JAKARTA — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa pada industri peternakan sapi dalam negeri.

Deputi Kerjasama Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo mengatakan untuk mengoptimalkan penanaman modal pada industri peternakan perlu keterlibatan akademisi dan generasi mufa untuk mengeluarkan solusi kreatif atas permasalahan yang dihadapi pada sektor tersebut. Dengan begitu otomatis banyak orang yang tertarik menanamkan modalnya di sektor peternakan.

Berdasarkan data BKPM, lanjutnya, sampai dengan saat ini investasi di sektor peternakan masih relatif kecil.

“Kami mencatat investasi peternakan hanya sekitar 0,32% dari total Penanaman Modal Dalam Negeri tahun 2017. Penanaman Modal Asing sub sektor peternakan tahun 2016 hanya 0,48% dari total Penanaman Modal Asing,” katanya Selasa (16/10).

Tentunya dia berharap ke depannya akan lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri, yang dapat turut berperan serta untuk membangun usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Wisnu mengatakan terobosan digital pada industri peternakan sapi yang dilakukan oleh Ternaknesia, Karapan dan Smarternak semoga dapat disalin oleh banyak generasi milenial lain. Dengan begitu, kemajuan teknologi bisa menyentuh sektor tradisional sekalipun.

“Semuanya dikaitkan dengan teknologi digital sehingga dengan digital ekosistem memberikan nilai tambah ke semua sektor terutama yang tradisoonal. Sekarang semua hal sudah terdigitalisasi baik urusan logistik ataupun jual belinya.

Menurutnya, dengan mulai tumbuhnya pemanfaatan internet of things pada sektor peternakan berarti penanda mulai terbentuknya ekosistem digital ekonomi dan terbangunnya pilar fundamental yang membangun industrialisasi 4.0.

Wisnu mengatakan pemodal asing lun sebenarnya tertarik untuk memasukan modalnya ke Indonesia pada sektor pertanian dan pertambangan. Menurutnya kedua sektor tersebut masih bisa digali potensi ekonomi digitalnya.

“Yang jelas akan ada banyak pemain asing yang masuk. Growth belum kita cek tapi seharusnya tumbuh signifikan karena kalau menghitung sebelumnya itu kecil. Kalau sekarang akan masuk investasi Rp20 triliun—Rp30 triliun untuk membangun digital ekonomi,” katanya.

Wisnu mengatakan pemerintah membuka pintu lebar terhadap investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia untuk membangun ekonomi digital di berbagai sektor.

Facebook Comments

About N

Check Also

Toyota dan Japan Tobacco Teken Perjanjian Lisensi Teknologi GRAS-Di DNA

Suaracargo.com, TOYOTA CITY Toyota Motor Corporation (Toyota) menandatangani perjanjian dengan Japan Tobacco Inc. (JT) untuk melisensikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *