Tuesday , November 20 2018
Home / Bencana / Dampak Bencana Palu dan Donggala, Bisnis Ritel Merugi Rp450 Miliar

Dampak Bencana Palu dan Donggala, Bisnis Ritel Merugi Rp450 Miliar

Suaracargo.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menaksir kerugian sekitar Rp450 miliar akibat rusaknya sarana prasarana dan diserbunya beberapa toko ritel modern pascabencana alam di Palu dan Donggala.

Sekretaris Jenderal Aprindo Solihin Putera mengatakan pelaku ritel juga merupakan salah satu korban yang terdampak gempa di Palu. Tidak hanya terdampak, beberapa toko ritel diserbu masyarakat yang kebutuhannya sehari-harinya tidak lagi dapat tercukupi.

“Kami masih mendata berapa total keugian tetapi kami perkirakan saat ini Rp450 miliar, dan ini masih bisa bertambah,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (1/10/2018).

Solihin memerinci, kerugian tersebut berasal dari kerusakan fisik 41 mini market Alfamidi, Ramayana department store, dan toko ritel modern lainnya. “Kalau dari Alfamart diperkirakan itu Rp17 miliar, satu toko diperkirakan punya stok Rp300 juta hingga Rp400 juta, belum lagi toko ritel lainnya,” katanya.

Ditambah lagi, ucapnya, ritel yang menyedeiakan kebutuhan sehari-hari seperti Alfamidi diserbu oleh masyarakat, dan pihaknya masih belum mendapat kejelasan mengenai proses hukum nantinya.

“Kami belum tahu [proses ganti rugi kedepannya], tetapi yang penting kami fokus dengan 500 orang lebih karyawan kami, baru 60% yabg terdata,” katanya.

Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta menambahkan, asosiasinya amat prihatin terhadap bencana yang terjadi. Bahkan, Aprindo juga memiliki korban jiwa dan kerugian materi yang diperkirakan sekitar Rp450 miliar.

“Soal bencana kami sangat prihatin, kami mau tekankan itu dulu, dan tidak mau memperkeruh keadaan. Hanya saja, kami amat menyayangkan tindak kriminal yang terjadi,” katanya.

Tutum memerinci, kerugian ditaksir sekitar Rp450 miliar dari kerugian fisik dan stok yang dijarah masyarakat, dan kemungkinan angka tersebut masih akan bertambah. Selain itu, Aprindo juga memiliki korban jiwa berupa karyawan-karyawan yang bekerja di gerai-gerai ritel anggotanya. Tutum menuturkan, pihaknya masih belum mempunyai rencana yang konkret untuk pembangunan bisnis kembali.

“Kami memiliki toko yang rusak akibat gempa, ditambah toko yang dirusak masyarakat. Kami kena dua kali, kalau tidak dijarah, kami masih yakin dalam 2 hari bisa mengirimkan barang lagi, tapi tidak dalam kondisi seperti ini,” ucapnya.

Lagipula, Tutum menuturka penjarahan yang dilakukan bukan terhadap barang kebutuhan pokok, tetapi pada brankas, barang elektronik yang berada di gerai, dan bahkan brankas uang. Oleh karena, dia berharap pemerintah memberikan perlindungan hukum yang jelas kepada pelaku usaha yang merugi akibat tindakan kriminal ini.

“Jika tidak, saya khawatir kepercayaan pelaku usaha berkurang dan tidak ada gerai yang kembali buka, dan akhirnya malah merugikan masyarakat yang justru tidak terlibat dalam tindakan kriminal ini. Lebih buruknya pembenaran ini justru bisa terjadi dimana pun,” katanya.

Meski menyatakan keprihatinan yang sama, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Idjuansjah juga mengatakan asosiasinya juga ditaksir menderita kerugian hingga Rp100 miliar. Hanya saja, kerugian tersebut tidak datang dari bencana alam, dan justru datang dari tindakan penjarahan.

“Kami penyewa pusat perbelanjaan, Palu Grand Mall tidak rusak tetapi didobrak dan barang-barang kami bukan makan, tetapi jam tangan, telepon genggam, baju, sepatu, taa, dan televisi, bahkan sampai mesin di coffeshop dan brankas [dijarah], itu semua anggota kami, ini kriminal,” katanya.

Dia memerinci, angka taksiran tersebut berasal dari stok setiap peritel di luar pulau Jawa yang cukup untuk kebutuahan 3 bulan. Jika setiap nilai barang ditaksir Rp1 juta per meter dari total luas rata-rata 30.000 meter, maka angka kasar akan mencapai Rp90 miliar, tetapi angka tersebut belum termasuk biaya renovasi, perbaikan dan penjagaan barang.

Sebenarnya, dia mengatakan, Hippindo sudah ada rencana untuk mengirimkan bantuan, tetapi dengan kondisi seperti ini, rencana tersebut masih ditunda untuk sementara waktu.

Facebook Comments

About N

Check Also

RI-Belanda Mulai Garap Dua Proyek Kerja Sama

Suaracargo.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda siap memulai dua proyek kerja sama pada 2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *