Sunday , December 16 2018
Home / Bisnis / Ekspedisi Tol Trans-Jawa: Menjajal Surabaya — /Jakarta Sehari Penuh

Ekspedisi Tol Trans-Jawa: Menjajal Surabaya — /Jakarta Sehari Penuh

Suaracargo.com, JAKARTA — Awal pekan ini, Bisnis.com, berkesempatan menjajal ruas tol Surabaya—Merak bersama dengan Tim Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa yang dikomandoi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Kami memulai perjalanan dari Surabaya pada Senin (12/11/2018) pagi  dan tiba di Jakarta malam harinya. Tim berhenti di beberapa lokasi sambil melihat progres pengerjaan jalan tol tersebut. Berikut laporannya.

Danang, pria paruh baya asal Solo yang berprofesi sebagai pengemudi spesialis antarkota, tak henti berdecak kagum saat mengemudikan mobil rentalnya dari Surabaya menuju Salatiga, Jawa Tengah lewat tol Trans-Jawa.

Dia menjadi salah satu pengemudi mobil rental pertama yang ikut menjajal perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta melewati keseluruhan ruas tol Trans-Jawa yang ditargetkan tersambung dari Merak sampai Surabaya sepanjang 870 kilometer pada akhir tahun nanti.

Kendati pada beberapa ruas tol titik-titik pengerjaan masih ditemukan, secara keseluruhan hal itu tidak menghambat perjalanan ekspedisi. Kondisi kesiapan jalan-jalan tol yang masih menyelesaikan konstruksi relatif sudah di atas 90% sehingga perjalanan menjajal Trans-Jawa cukup lancar.

Tak heran, ketika rombongan ekspedisi sudah mencapai Salatiga, tepatnya lokasi Jembatan Kali Kenteng di segmen Salatiga—Kartasura yang menjadi bagian dari jalan tol Semarang—Solo, bahkan Danang ikut mengabadikan momen tersebut dengan ponsel pribadinya.

Saat itu, perjalanan dari titik start Gerbang Tol Warugunung jalan tol Surabaya—Mojokerto dimulai pukul 06.00. Rombongan sampai di Kali Kenteng yang berjarak  274 kilometer jauhnya, hanya ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam.

Kendaraan melintas di tanjakan Kali Kenteng, tol fungsional Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (13/6/2018). – ANTARA/Muhammad Adimaja

Padahal, Danang mengakui biasanya Surabaya—Solo melalui jalan nasional, waktu yang ditempuh bisa mencapai 7 jam.

“Ini cepat sekali dan sangat membantu, apalagi biasanya jalan nasional macet,” tuturnya kepada Bisnis.

Sebagai pengemudi yang dituntut cepat dalam berkendara, Danang mengatakan bahwa banyak pekerja yang seprofesi dengannya menunggu operasional penuh Trans-Jawa untuk memudahkan kerja mereka.

Biasanya, kata Danang, dirinya banyak mengambil order untuk perjalanan dari Solo ke Pulau Bali, yang biasanya memakan waktu 15 jam—18 jam melalui jalan nasional. “Namun, jalan nasional ini suka macet, kalau Trans-Jawa sudah selesai semua meskipun bayar tarif, lebih cepat. Kami lebih diuntungkan,” ujarnya.

Saya yang ikut menjajal Ekspedisi Trans-Jawa merasakan pengalaman waktu tempuh antarkota cukup terpangkas.

Contohnya, Surabaya—Sragen melalui jalan tol bisa ditempuh 3 jam saja dari waktu normal 5 jam—6 jam ketika melalui jalur nasional. Surabaya—Solo dilalui hanya 4 jam dari waktu normal 6 jam—7 jam. Serta, Surabaya—Batang yang hanya 5 jam 45 menit dari waktu normal 9 jam—10 jam.

Menteri BUMN Rini Soemarno tampak semringah saat Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa menempuh setengah perjalanan dan tiba di Jembatan Kalikuto yang bagian dari jalan tol Semarang—Batang.

Dia tampak puas melihat titik kritis Jembatan Kalikuto kini sudah terbangun kokoh dan indah, yang bakal menjadi ikon Trans-Jawa.

Selain itu, Rini mengatakan bahwa dari pengecekan yang dilakukan dari Surabaya sampai Batang, dirinya optimistis target yang diberikan Presiden agar Merak—Surabaya tersambung akhir tahun dapat tercapai.

“Memang ada area yang bukan dikerjakan BUMN sebagai investor yakni Wilangan—Kertosono, ini bagian VGF [viability gap fund] dari pemerintah masih berproses untuk penggantian pembangunan masjid yang terdampak. Namun, kami perkirakan tetap akan sesuai target,” jelasnya.

AKHIR TAHUN TERSAMBUNG

Dengan peninjauan itu, Rini memastikan bahwa pengoperasian tol Trans-Jawa pada akhir tahun ini akan tersambung dari Merak sampai Surabaya dengan total panjang mencapai 870 kilometer.

Untuk menyambung sampai dengan ruas Pasuruan—Probolinggo pada akhir tahun ini, Rini mengemukakan bahwa hal itu masih dimungkinkan. Hanya saja, ruas tersebut diperkirakan akan berstatus fungsional dan baru akan beroperasi pada awal tahun depan.

“Untuk sampai Probolinggo, kemungkinan besar statusnya fungsional karena perkiraan kami untuk dapat sertifikat [sertifikat laik operasi/SLO] masih memerlukan waktu dan baru kemungkinan akhir Januari [2019],” jelasnya

Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan bahwa ruas tol Pasuruan—Probolinggo sepanjang 31,30 kilometer yang dikelola perusahaannya memang ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun ini.

“Kalau untuk rampung fisiknya kami perkirakan memang bisa pada akhir tahun ini, tetapi pengoperasiannya berproses ya,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa ruas tol Trans-Jawa koridor Jakarta—Surabaya yang tengah finalisasi konstruksi tahap akhir adalah Pemalang—Batang sepanjang 39,2 kilometer, Batang—Semarang sepanjang 75 kilometer, segmen Salatiga—Kartasura sepanjang 35 kilometer bagian dari Semarang—Solo,  segmen  Wilangan—Kertosono sepanjang 37 kilometer bagian dari Ngawi—Kertosono.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani menargetkan penyelesaian pembangunan fisik untuk tol Trans-Jawa yang dikelola BUMN itu, seperti Semarang—Batang dan Salatiga—Kartasura ditargetkan dapat rampung pada akhir bulan ini.

Selain itu, tuturnya, lanjutan jalan tol Surabaya menuju Probolinggo yang dikelola perseroan, yakni Gempol—Pasuruan seksi 3C sudah mencapai 90% dan pembangunan fisiknya juga akan rampung pada akhir November ini.

Selain tiga ruas tol itu, Desi menuturkan bahwa perusahaan juga memonitor segmen Wilangan—Kertosono sepanjang 37 kilometer yang dikerjakan pemerintah, yang menjadi bagian dari ruas tol yang dikelola Jasa Marga dalam ruas Ngawi—Kertosono. Saat ini, progresnya sudah mencapai 90%.

Segmen Salatiga–Kertosuro bagian dari jalan tol Semarang-Solo yang ditinjau tim ekspedisi, Senin (12/11/2018)./Irene Agustine

Desi memperkirakan tersambungnya tol Trans-Jawa dari Jakarta—Surabaya akan mempercepat waktu tempuh perjalanan menjadi 10 jam saja.

Perhitungan tersebut, paparnya, sesuai dengan estimasi panjang jalan tol Jakarta—Surabaya sepanjang 747,50 kilometer. Dengan kecepatan rata-rata kendaraan 100 kilometer per jam, secara normal perjalanan dapat ditempuh sekitar 8 jam.

“Ditambah berhenti makan dan istirahat, idealnya Jakarta—Surabaya itu tidak akan lebih dari 10 jam,” ujarnya.

Akan tetapi, kata Desi, ringkasnya waktu tempuh tersebut kemungkinan besar belum bisa dirasakan pada saat jaringan tol Jakarta—Surabaya dapat beroperasi penuh pada akhir tahun ini.

Pasalnya, lalu lintas satu ruas tol dalam bagian Trans-Jawa, yakni Jakarta—Cikampek (Japek) masih sangat padat sebagai imbas dari pengerjaan proyek jalan tol layang Japek.

“Mohon maaf Japek masih crowded luar biasa, tapi kalau kami enggak melanjutkan, ini malah fatal bisa terkunci [lalu lintas]. Kira-kira setengah tahun lagi Japek pada Lebaran itu bisa, minimal bisa fungsional,” jelasnya.

 

Facebook Comments

About N

Check Also

Indonesia Berpotensi Kembangkan Surfaktan Berbasis Sawit Pemacu EOR

Suaracargo.com, BOGOR – Sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan surfaktan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *