Tuesday , June 25 2019
Home / Berita / Maskapai Nasional Sambut Positif Regulasi Tiket Baru

Maskapai Nasional Sambut Positif Regulasi Tiket Baru

Suaracargo.com, JAKARTA – Maskapai nasional merespons positif soal dua regulasi baru soal tarif tiket pesawat yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, pada akhir pekan lalu.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan beberapa arahan regulator yang tercantum dalam dua beleid baru selama ini sudah dijalankan maskapai.

Adapun, kedua regulasi tersebut adalah Permenhub No. PM 20/2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Kepmenhub No. KM 72/2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Sebelumnya sikap kami sudah comply dan sesuai dengan aturan tersebut. Apapun, masukan yang tercantum dari regulasi baru tetap kami jalankan,” kata Ikhsan, Minggu (31/3/2019).

Dia menambahkan pemerintah tidak mengubah tarif batas atas, tetapi menaikkan tarif batas bawah sebesar 5% dari sebelumnya hanya 30% dari TBA. Artinya, maskapai hanya bisa menetapkan harga tiket pada batasan antara TBA dan TBB.

Kendati demikian, Garuda telah menyesuaikan tarifnya sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat, atau akan ada potongan harga terhadap tarif tiket pesawat.

“Mulai hari ini hingga 13 Mei 2019 kita sudah mulai memberikan potongan harga 50%, sebenarnya ini bukan dari tekanan pemerintah, tapi sudah jadi program reguler kami,” terangnya.

Dia berharap adanya potongan harga dan tarif yang lebih rendah ini dapat mengakomodir kepentingan pemerintah dan seluruh masyarakat pengguna penerbangan termasuk pelaku pariwisata akan dibuat secara reguler.

Promo potongan harga tiket penerbangan tersebut dikemas dalam Garuda Indonesia Online Travel Festival untuk channel penjualan Online Travel Agent (OTA), aplikasi mobile apps, Linkaja, hingga situs resmi maskapai.

Penawaran diskon tarif tiket pesawat hingga 50% tersebut bagian dari dukungan Garuda bagi seluruh masyarakat dalam menunjang pergerakan perekonomian nasional khususnya sektor pariwisata, UMKM, hingga industri logistik nasional. Terlebih, layanan transportasi udara memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan infrastruktur perekonomian.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Willi Hanhari mengatakan akan tetap mematuhi dan melaksanakan peraturan yang telah diterbitkan oleh Kemenhub.

“Regulasi tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi maskapai. Kami mendukung setiap keputusan dari regulator,” kata Willi.

Secara terpisah, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang M. Prihantoro telah melakukan penurunan harga jual tiket pesawat. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh rute penerbangan sejak 30 Maret 2019.

“Kami senantiasa menawarkan alternatif perjalanan udara berkualitas guna memberikan kemudahan dalam mobilisasi masyarakat dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. PM 20/2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam Pasal 23 Permenhub No. 20/2019, disebutkan, Dirjen Perhubungan Udara melakukan evaluasi terhadap besaran tarif yang telah ditetapkan dengan ketentuan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan dan/atau sewaktu-waktu dalam hal terjadi perubahan signifikan yang mempengaruhi kelangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara.

Perubahan signifikan adalah yang menyebabkan terjadinya kenaikan total biaya operasi pesawat udara hingga paling sedikit 10% akibat perubahan harga avtur, nilai tukar rupiah, dan harga komponen biaya lain.

Hasil evaluasi Dirjen tersebut merupakan dasar perubahan atas TBA yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan juga dapat mengatur besaran tarif batas bawah yang ditetapkan oleh maskapai berjadwal dan berfungsi sebagai alat pengawasan dan evaluasi pengenaan tarif. TBB merupakan harga jasa terendah yang diizinkan diberlakukan oleh maskapai.

Penetapan yang dimaksud dengan pertimbangan paling sedikit menyangkut perlindungan konsumen dan mengutamakan  persaingan sehat.

Facebook Comments

About N

Check Also

Truk Barang Dilarang Lewat Tol Tangerang-Merak pada 30 Mei-2 Juni

Truk angkutan barang dilarang melewati ruas tol Tangerang-Merak saat mudik Lebaran 2019. Pelarangan diberlakukan mulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *