Monday , March 25 2019
Home / Berita / Pemerintah Kaji Upaya Mendorong Ekspor

Pemerintah Kaji Upaya Mendorong Ekspor

Suaracargo.com, JAKARTA – Pemerintah masih terus mengkaji upaya-upaya mendorong ekspor seusai melihat data ekspor November yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan 6,69% menjadi US$14,83 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan pemerintah masih mengkaji perihal komoditas-komoditas yang dapat mendorong ekspor dengan cepat.

Hal ini diungkapkannya seusai menghadiri rapat koordinasi (rakor) tentang ‘Peningkatan Ekspor: Karet, Otomotif dan Tekstil’ di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian, Kamis (20/12/2018).

“Hasil rapatnya membahas komoditas yang bisa mendorong ekspor tapi kita perlu waktu lagi untuk didalami,” ungkapnya.

Dia menerangkan apabila ingin meningkatkan ekspor pasti dibutuhkan investasi. Sebab, lanjutnya, industri memiliki kapasitas yang terbatas dan untuk meningkatkan kapasitas industri diperlukan investasi.

Airlangga menjelaskan sejauh ini industri otomotif telah banyak melakukan ekspor dan salah satu harapannya dalam meningkatkan ekspor sektor industri otomotif adalah relaksasi pajak pertambahan nilai barang mewah (PPNBM).

“Salah satu [insentifnya] ekspor kalau di otomotif ya salah satunya menciptakan permintaan karena otomotif punya kapasitas, untuk menciptakan permintaan itu masalah PPNBM itu yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, beberapa industri sudah hampir memenuhi kapasitas produksinya sehingga hal lain yang dapat dilakukan adalah mendorong industri menengah yang berorientasi ekspor.

“Misalnya, daur ulang plastik. Itu orientasi ekspor dan butuh material daur ulang, itu perlu kita dorong, karena itu quick win, cepat,” katanya.

Facebook Comments

About N

Check Also

Tarif Ojek Online Naik, Begini Reaksi Forum Warga Kota Jakarta

Suaracargo.com, JAKARTA – Pemerintah telah menaikkan tarif ojek online alias ojol pada hari ini dan akan resmi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *